Mungkin masih pantas diriku untuk memohon sedikit ma’af..

Teman..
mungkin kalian sudah baca postingan ternista di blog sang chairman pesta blogger 2008
ntah apa yg ada dipikiranmu & semua blogger di jagat blogsphere..
apalagi melihat blog kami terpaksa aku eksekusi sepihak tanpa konfirmasi dg pemilik yg lain, walo aku sungguh tak tau caranya bikin blog ini benar2 lenyap, hanya bisa memblokir semua isinya.. Duh, semoga mereka temanku yg lain mengerti..
Teman..
kemarin-kemarin aku resah, aku mendengar banyak cerita, penipuan ala blogger. tidak hanya satu-dua tp lebih. aku pingin berbagi, ingin kupublish di blog ini tp aku tak punya bukti.. dari obrolan dg seorang sahabat, kupikir tak ada salahnya memberitahu sang chairman, biar dia yg fikirkan, apa yg pantas dilakukan.. diamkan saja atau mengambil suatu tindak..
karena itu, aku mencari informasi selengkap mungkin. setelah data terkumpul, aku imelkan pada beliau, untuk dievaluasi, untuk dikroscek, apakah valid.. karna aku tak mampu melakukannya sendiri.. aku berharap setelah semua valid dpt beliau ambil kesimpulan untuk solusinya..
salahkah aku, teman..?
dan ternyata jawabannya kudapatkan sendiri hari ini.. SALAH BESAR..
Ya Tuhan, ampunilah aku..

Pagi itu, aku lihat imelku dipublish beliau tanpa edit.. semua lengkap url nya.. Habislah sudah..!
Kalau hanya oknum pelaku penipuan itu yg dipublish, sungguh aku tak perduli. Tapi mereka, para korban & informan..
mereka bukan invisible, mereka nyata, mereka punya keluarga, mereka punya kenalan, mereka tidak sendirian..
Ya Tuhan.. betapa aku menyesali itu semua..
Aku tak menyangka semuanya bisa jadi begini akibat perbuatanku yg terlalu percaya pada sosok yg kuanggap akan berlaku bijak..
Pagi itu aku benar2 berusaha, bagaimana cara menghentikan orang membaca postingan itu, aku tak hanya diam berpangku tangan & menontonnya dg santai.. Tidak, sungguh tidak.. aku kelimpungan, kesana-kemari mencari solusi.. Padahal saat itu komentar baru 14, dalam sekian menit yg 14 tadi menjadi berpuluh2.. Aku semakin panik & menangis histeris sendiri.. Ya Tuhan.. pagiku bagai kiamat!
Tp beliau, pemilik rumah maya terkenal itu, seakan tak perdulikan keluhanku, posisiku, rasa bersalahku..
aku hanya bisa menangis, menangis, menangis dan hanya menangis menyesali diri..
Ya Tuhan.. aku telah mendzolimi mereka, bagaimana caraku untuk membayar akibat dari semua perbuatanku itu..
kalau hanya aku yg dikecam, dihujat, dibunuh atau apapun itu, aku akan rela menerimanya..
tp aku telah melukai, aku telah mencoreng nama baik dan ntah apalagi yg harus mereka tuai akibat dari perbuatanku ini..
ntah bagaimana cara aku memperbaikinya lagi..
Ya Tuhan, ampuni aku..
Andai saja beliau mau mengkonfirmasi dulu dg para korban..
andai saja beliau meluangkan sedikit waktu untuk mengkroscek semua laporanku..
andai saja beliau berkenan untuk sedikit bijaksana seperti harapanku padanya semula..
andai saja.. ah, terlalu banyak andai dalam benakku, walau kutahu itu semua terlambat..
terlepas dari beliau sudah mengkroscek atau tidak..
bukankah korban punya hak untuk tidak diketaui orang,
bukankah semestinya saksi perlu dilindungi..
Aku yg paling berdosa di sini.. Ya, aku..
andai aku biarkan.. andai aku memilih egois & tak perduli tentang tipu2 itu..
semua tak akan terjadi.. tak akan ada yg tersakiti karna ulahku..
paling2 hanya korban yg berjatuhan.. tp itu lebih baik, ketimbang aku harus menerima hukuman yg teramat berat ini sendiri..
rasa bersalah yg sangat menyakitkan & dosa yg rasanya tak mungkin terampuni..
Ya Tuhan.. andai aku tak punya iman, aku ingin mengakhiri hidupku saja saat ini juga..
mengakhiri hidupku di dunia nyata, bukan di dunia maya yg telah membuat hidupku jd tercela..
andai tak ada ruginya untuk akhiratku, percayalah.. pasti dg senang hati akan aku lakukan itu..
aku tak berguna.. aku pendosa.. aku tak sanggup membayangkan sakitnya mereka yg terdzolimi akibat ulahku.. tak akan ada yg percaya bila kukatakan hatiku lebih sakit lagi.. tak apa.. tak usahlah dipercaya mahluk kotor tercela & tak berhati seperti aku ini..
rasa bersalahku yg mengunung terhadap siapapun yg telah terlukai hari ini, rasa sakit tak terkirakan yg terpaksa kunikmati saat ini, adalah hukuman terberat bagiku..
Tidak.. hukuman ini tentunya tidak setimpal dg apa yg telah aku lakukan.. seharusnya aku menerima hukuman yg lebih berat lagi dari ini.. tapi aku tak sanggup membayangkannya, apa yg sepantasnya aku terima sebagai hukuman atas kejahatan moral yg telah aku lakukan itu, sedangkan yg aku rasa saat ini sudah teramat berat & menyakitkan..
kalau masih ada yg harus aku terima sebagai hukuman, aku pasrahkan semua pada Tuhanku.. Allah swt.. kupercayakan padaNya untuk menghukumku seberat2nya.. aku yakin, Dialah yg paling tau dg cara apa gunungan dosaku ini bisa terbayarkan..
Teman..
saat ini aku tak sanggup bicara, bibirku terasa berat, lidahku kaku & leherku tercekat.. aku hanya bisa mengatakan ini padamu disini, di sedikit ruang sisa rumah maya kami, yg kunyatakan dg susah payah dg tangis yg tak kunjung henti dan berurai air mata..
aku ingin memohon sedikt ma’af langsung pada mereka, tapi aku tak sanggup, aku terlalu kotor, hina & menjijikan..
kesalahanku ini rasanya tak mungkin terma’afkan, aku menyadari itu..
hanya disini, di puing2 rumah maya kami, ruang tempat kami berbagi, bercanda, tertawa, berkeluh kesah, menangis, marah, teriak & protes..
kuberanikan kan diri untuk memohon sedikit ma’af..
mungkin ini adalah ma’af termahal yg mereka punya, karna itu aku paham bila meraka tak kan pernah memberikannya padaku..
aku hanya bisa memohon & berharap, kiranya mereka mau memberikannya sedikit untuk aku yg tak tau diri ini..
Teman..
terima kasih sudah mau menyimakku, terima kasih sudah mau menjadi temanku..
saat ini aku tak tau.. apa masih pantas aku yg pendosa ini dikawani..
dari aku yg teramat sangat merasa bersalah..
juanita amalia

%d blogger menyukai ini: